Qizink : Jadi Jurnalis Harus Bodoh Saat Wawancara, Tapi Cerdas Saat Menulis -->

Qizink : Jadi Jurnalis Harus Bodoh Saat Wawancara, Tapi Cerdas Saat Menulis

Admin
Minggu, 04 April 2021


Jangan malu untuk menanyakan hal yang memang belum diketahui, jadilah seperti orang bodoh yang tidak tahu-tahu apa saat melakukan wawancara kepada narasumber, sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang lengkap. 

"Jangan malu atau gengsi untuk bertanya saat wawancara, bila ada yang belum tahu, belum jelas, ya ditanyakan, intinya harus banyak nanya." Jelas Qizink, direktur Bantennews.co.id, saat menjadi narasumber pelatihan jurnalistik untuk staff Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa).

Kalau sudah dapat data yang cukup, saat menuliskannya menjadi berita, nah barulah disitu kita harus cerdas, pilah dan pilih informasi mana yang penting untuk diangkat dan diolah jadi berita. Kalau sudah dapat banyak data wawancara, hal itu akan memudahkan kita saat mengelola dan mengemasnya menjadi berita.

"Saat wawancara, jadilah seperti orang bodoh yang seolah tidak tahu apa-apa, sehingga membuat kita banyak bertanya pada narasumber. Tapi, saat menuliskannya, kita harus cerdas. Semua data yang didapat, itu diolah dan dikemas dengan baik. Cobalah belajar untuk cari berbagau angle untuk mengemas berita, cari nilai berita yang menarik di situ" ujarnya.

Pelatihan Jurnalistik ini diikuti oleh tim divisi komunikasi LAZ Harfa, Sabtu (3/4) di kantor Bantennews.co.id Komplek Shafira Blok C, Kota Serang, Banten. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas kepenulisan divisi media komunikasi LAZ Harfa.

"Pelatihan ini untuk scale up kemampuan dan kualitas menulis temen-temen tim komunikasi, khususnya menulis rilis atau berita, agar kualitas tulisannya lebih baik lagi" Ungkap Ade Tri Kusuma, staff Public Relation LAZ Harfa, sekaligus ketua rombongan pelatihan jurnalistik. (snk)