Mengenalkan Pendidikan Lingkungan dengan Cara Asyik dan Menyenangkan


Youthindonesian— Rendez-Vous Cafe Rumah Dunia, Ciloang, Kota Serang-Banten, pada Sabtu, 04/09, tidak seperti biasanya, terlihat pemandangan yang berbeda di sekitar Cafe, beberapa anak muda terlihat berkumpul melingkar sembari mendengarkan beberapa penjelasan dan edukasi terkait lingkungan yang diselenggarakan oleh komunitas pegiat lingkungan bernama Komunitas Rehabilitasi Kota Serang, yang saat ini digawangi oleh Sanik Radu Fatih sebagai volunteer di bidang edukasi dan pengembangan program.



“Kita ingin mengenalkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan kepada generasi muda, dan kenapa alasanya kita memilih anak-anak muda, karena merekalah yang nantinya akan menjadi generasi penerus, yang akan mengisi Bumi ini. Mungkin visinya terdengar sangat utopis bahkan mustahil, berbicara soal kelangsungan Bumi, merawat Bumi, semesta dan sebagainya, memang terdengar agak “utopis”. Tapi, jika kita diam saja dan tidak memulai, maka siapa lagi yang mau peduli,” Ungkap Sanik



Komunitas Rehabilitasi Kota Serang Menggelar lokakarya berupa pelatihan membuat eco planting dari sepatu bekas, yang sebelumnya, sepatu-sepatu bekas tersebut didapatkan melalui gerakan sosial donasi sepatu bekas untuk eco planting dan up cycle lainnya yang juga digagas oleh Komunitas Rehabilitasi Serang. Eco planting mudahnya adalah memanfaatkan benda-benda tak terpakai untuk dijadikan media tanam, dengan bertujuan agar mengurangi sampah dari benda-benda tidak terpakai, dari pada terbuang percuma, maka lebih baik dimanfaatkan menjadi pot tanaman.



“Dikarenakan pendidikan lingkungan itu tidak ada di kurikulum pembelajaran, dan memang tidak diajarkan, maka kita ingin coba membantu mengenalkan pendidikan lingkungan kepada publik, khususnya generasi muda, minimalnya pengetahuan dasar, agar mereka bisa lebih peka dan peduli terkait isu lingkungan” Jelas Sanik.

Artika, salah satu peserta lokakarya begitu antusias dan bersemangat ketika praktek eco planting dilaksanakan.

“Seru kegiatannya, bisa nambah wawasan, unik juga belajar menanam dengan media tanam yang beda dari biasanya, sepatu bekas dijadikan pot” Ungkap Artika.

Sanik, selaku volunteer penggerak di Komunitas Rehabilitasi Kota Serang, menjelaskan bahwa ia ingin mengenalkan pendidikan lingkungan dengan cara yang asyik dan menyenangkan.



“Jangan yang berat-berat, seperti masalah pemanasan global, kesehatan ekologi, itu masih terlalu jauh. Minimalnya, anak-anak muda mau “ngeh” (peka) aja dulu terhadap isu lingkungan dan sadar lingkungan, makanya kita kenalkan dengan hal-hal yang sederhana terlebih dahulu, kita kenalkan dengan cara yang asyik dan menyenangkan, salah satunya melalui lokakarya eco planting ini” Jelas Sanik

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama